TEACHING FACTORY DI SMK

Agar industri di Indonesia mampu bersaing secara global, maka SMK sebagai institusi pencetak SDM di bidang kejuruan tinggi menengah perlu merespon secara cepat perkembangan ekonomi berbasis informasi yang sangat pesat dan dinamis dengan konsep pendidikan abad ke-21 (“21”century skills). Pendidikan diarahkan tidak cukup sekedar pada tahap mengetahui (understanding), tapi harus sanggup mencapi kemampuan Higer Order Thinking Skills, Yaitu menganalisa (analyzing), mengevaluasi (evaluating-critical Thinking), dan memecahkan masalah (creating/problem solving).

Pelaksanaan pendidikan dengan pendekatan Higher Order Thinking Skills bertujuan membentuk SDM dengan kemampuan berinovasi dan mampu memecahkan masalah.Upaya selanjutnya dalam implementasi program peningkatan kualitas SMK dilakukan melalui penerapan Teaching Factory. Teaching Factory dapat didefinisikan sebagai model pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dengan DUDI untuk menghasilkan lulusan yang kompenten sesuai dengan kebutuhan pasar. Model pembelajaran berbasis industri berarti bahwa setiap produk praktik yang dihasilkan adalah sesuatu yang berguna dan bernilai ekonomi atau daya jual dan diterima oleh pasar. Sinergi antara SMK dengan industri merupakan elemen kunci sukses utama dalam teaching factory, dimana Teaching Factory akan menjadi sarana penghubung untuk kerja sama antara sekolah dan industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top